Catatan MotoGP Argentina 2017

Catatan menarik selama MotoGP Argentina 2017. Race yang dimenangi Vinales berlangsung dini hari tadi Waktu Indonesia Barat. Rossi menjadi runner-up dan Cal Crutchlow berada di tempat ketiga. Lalu, dimana Marquez ? Marquez jatuh pada lap ketiga di T2, sama dengan Dani yang jatuh di tikungan yang sama. Berikut catatan yang gue amati selama seri Argentina.

  1. Vinales yang semakin menunjukkan sebagai kandidat juara dunia 2017. Di seri ini, Vinales tidak hanya menunjukkan skill balapnya namun juga kedewasaannya ketika membalap, terbukti ketika Marquez jatuh Vinales tetap berusaha menjaga pace dan tidak mem-push motornya melebihi batas.
  2. Marquez yang hebat di sesi FP dan QP namun tetap inkonsisten ketika race. Marquez menduga kekalahanya pada seri Qatar lalu karena salah memilih ban depan dari Hard menjadi Medium, kemudian di seri Argentina ini dia memutuskan untuk menggunakan Hard depan dan Medium belakang untuk mendukung gaya balapnya yang Hard-Breaker. Namun, ketika sudah memimpin 2+ detik Marc melakukan kesalahan dan berakhir sudah balapannya. Marquez mengakui bahwa hal tersebut ialah murni kesalahannya yang mem-push motor melebihi batas.
  3. Podium untuk Sunday-Racer. Memulai balapan dari P7 tidak membuat Rossi kesulitan untuk mecapai P2 diakhir balapan, namun bila ingin menjadi juara dunia tahun ini podium saja tidak cukup. Rossi harus menang.
  4. Kelasmen yang memaksa Marquez harus menang di Austin. Tidak mampu finish di posisi podium di Qatar dan kehilangan poin di Argentina, membuat Marquez mau tidak mau harus menang di Austin atau sampaikan selamat tinggal pada gelar.
  5. Kesialan Lorenzo, Dovi, dan Pedrosa. serta Honda. Yap, 3 rider yang kompak DNF ditambah Marquez membuat kedua tim tersebut (Honda dan Ducati) tidak mendapat poin, peluang Yamaha untuk gelar tim terbaik dan konstruktor menjadi lebih besar meski musim masih panjang.
  6. Musim masih panjang namun gelar antara Vinales,Rossi, dan Marquez.
  7. Selamat untuk poin pertama KTM !
    Meski juga diuntungkan dengan banyaknya pebalap yang DNF, Pol Espargar mampu finish di P14 dan mengamankan poin pertama untuk KTM
Advertisements

MotoGP 2017, Marquez, Vinales, atau Rossi ?

Well, 13 hari lagi gelaran balap motor terakbar sejagat raya bakal dimulai Di Losail, Qatar. Dan seperti biasanya balapan akan dilangsungkan malam hari. Tahun ini ada tiga pebalap yang merebutkan tahta motogp 2017, sang juara bertahan Marc Marquez, sang legenda Valentino Rossi, dan Rookie 2015 yang tahun ini pindah ke Yamaha, Maverick Vinales. Kenapa Jorge ga masuk ke peta persaingan ? menurut gue karena Jorge pindah ke Ducati dan hasil tes Sepang dan Phillip Island lalu ga terlalu meyakinkan, sama seperti Vale ketika pindah ke Ducati tahun 2011.

Hasil Test Philip Island 2017 : Motogp.com

Menarik bahwa persaingan antara Marquez dan Vinales ini sudah terjadi sejak mereka masih bertarung di kelas pocket bike atau mini bike di Spanyol sana. Perbedaannya adalah sedari belia Marc Marquez sudah dimanageri oleh Emilio Alzamora. Hal ini memastikan bahwa Marquez selalu mendapat motor terbaik sejak kecil dan begitu pula berlanjut ketika dia memasuki kelas 125 cc, Moto2, dan menjadi juara dunia termuda di MotoGP.

Repsol Honda

Berbeda dengan Marquez, Vinales mengalami perjuangan yang lebih berat, gonta-ganti manager dan motor adalah hal yang biasa bagi Vinales hingga akhirnya dia Juara dunia di kelas Moto3 tahun 2013 dan kemudian pindah ke Moto2 tahun berikutnya. Tahun 2015 datanglah tawaran dari Suzuki untuk pindah ke MotoGP dan kahirnya tahun ini Vinales berlabuh ke Yamaha, pabrikan yang memiliki “winning bike” selain Honda.

Maverick Vinales(Tes Sepang 2017)

Sedangkan Rossi ? Well, ga usah dipertanyakan lagi apa yang mampu diperbuat Rossi. Rossi merupakan paket lengkap pebalap modern, memiliki skill tinggi, jago dalam mengembangkan motor, ambisius, dan merupakan media-darling. Tahun ini merupakan tahun ke 21 Rossi tampil di kejuaran dunia sejak 1996 dan Rossi tentu saja masih dalam peta persaingan perebutan gelar juara dunia meski sudah berumus 38 tahun tahun ini.

Jorge Lorenzo sendiri gue rasa bakal akan mengalami adaptasi yang lebih berat, karakter mesin Ducati yang berbeda dari Yamaha dan penyesuaian gaya balapnya dengan motor Desmodici GP17 membutuhkan waktu. Perlu digaris bawahi Ducati sekarang bukan Ducati era Rossi dulu, sudah tidak ada Preziosi dan datangnya Gigi Dall’igna adalah penyebabnya, gue yakin Jorge bakal dapet kemenangan seri ga kaya Vale dulu.

Back to Marquez and Vinales. Well, sejak Vinales tanda tangan kontrak dengan yamaha pertengahan musim lalu sudah terlihat bahwa Marquez memang menantikan pertarungan mereka dan sejak Valencia akhir musim lalu dan kemudian tes di Sepang serta Phillip Island memagn Vinales sudah menunjukkan potensi menjadi title contender terbesar bagi Marquez.

Pertarungan keduanya gue prediksi akan mulai menemui titik yang menentukan setelah tengah musim, setelah seri Sachsenring, Jerman. Dan siapa yang lebih konsisten meraih podium dan tentu saja siapa yang lebih sering finis di depan sang rival akan menjadi juara dunia Motogp 2017.