Hari Ini Memang Hujan

Hari ini hujan mengguyur kota tempatku menetap, kota dimana aku menuntut ilmu. Hujan yang setiap hari membasahi kampusku. Faktanya aku memang suka dengan hujan, hujan bagaikan dua sisi koin untukku, satu sisi hujan membawa kebahagian untukku namu bersamanya pula kesedihan datang menghampiriku.

Dulu sewaktu aku masih kecil, bermain dibawah rintik hujan adalah sebuah kesenangan tersendiri walau aku harus sembunyi-sembunyi dari ibu ketika aku bermain di luar rumah ketika hujan turun. Pernah suatu waktu, ketika aku bermain di halaman rumah ketika hujan, aku seperti membuat tenda dari dua payung yang aku dekatkan, aku dilarang untuk basah waktu itu namun hal itu tidak membuatku untuk tidak bisa bermain saat hujan.

Aku juga suka hujan karena aku memiliki banyak kenangan dengan banyak orang, bersama kamu, kawanku, ibu, bapak, kakak dan mungkin dengan orang yang tidak kuduga suatu saat nanti. Continue reading

Diatas Bangku Taman

Well, setelah aku beberapa hari lalu berada dibawah satu payung dengan Dira, aku terduduk dibangku taman lintang kampusku. Shadira Hana Soetardi, wanita itu masih berpetualang didalam pikiranku. Aku duduk diatas bangku batu ditemani novel klasik The Little Prince, novel favorit kakakku. Kakakku adalah salah satu orang pengidap bibliophille, begitu menurutnya. Puluhan novel dari mulai karya Charles Dickens dia miliki, kamarnya lebih mirip perpustakaan dengan tempat tidur ditengahnya daripada kamar tidur dengan hiasan buku.

Aku masih termenung ketika Amanda datang menghampiriku.
“Jadi, dari tadi cuma diem disini ? Ga tau dicariin apa ?” Amanda tanpa menyapa langsung berkata demikian.

“Eh, maaf. Aku lagi seneng sendiri disini.” Jawabku sekenanya.

Dia adalah Amanda Salsabila, anak pengusaha konstruksi yang sudah berteman denganku sejak aku datang ke Bandung, entah mengapa dia dulu ketika kami daftar ulang mendatangiku, padahal aku juga tak tahu menahu. Continue reading

Hujan: Cerita Kita Berdua

Aku dan kamu adalah sepasang kekasih yang baru saja bersama, aku bernama Ranodya Al Ghiffari dan kamu adalah Shadira Hana Soetardi.

Mungkin baiknya aku perkenalkan diriku terlebih dahulu. Seperti yang kusebutkan tadi, namaku adalah Ranodya Al Ghiffari. Teman-temanku biasa memanggilku Ranodya atau ody, aku adalah anak kedua dari dua bersaudara. Ayahku bernama Mustofa Husain Ghiffari, seorang pegawai negeri biasa di kota kelahiranku. Ibuku bernama Anita Wahyuni, dan kakak perempuanku bernama Firda Putri Al Ghiffari.

Hidupku mungkin sebelumnya datar-datar saja sebagai mahasiswa atau siswa sebelumnya, namun ketika aku bertemu dengannya dan kemudian semuanya berubah. Dia adalah Shadira, dira begitu dia kupanggil. Setahuku dia adalah anak pertama dan sepertinya anak tunggal.

Aku mulai mengetahui dirinya ketika kami bertemu di sebuah kegiatan kampus, kenapa aku bilang “mengetahui” ? Karena memang dasarnya aku belum tahu tentangnya dan saat pertama kali kami bertatap muka, aku hanya bisa membeku dan tak berani berkenalan.

Continue reading

Untukmu, Wanita yang Sedang Merindu

Yaaa, mungkin malam ini adalah salah satu malam yang cukup aneh bagiku. Entah karena ada seseorang wanita yang sedang menunggu kepastian dariku atau tentang seorang wanita yang sedang memikirkan apa yang sebenarnya ia rasakan. Ah, entahlah.

Hidup ini sekarang penuh dengan kode. Kode, istilah yang digunakan anak muda zaman sekarang untuk menyebut usaha yang dilakukannya untuk menyadarkan seseorang yang dicintainnya bahwa ia memendam rasa.

Continue reading