Why Do Car-Makers Terrified to Tesla

Hello, i am starting to write in english (Forgive for my bad grammars/typo) tonight.

So, let’s talk about automobile manufacture from U.S, Tesla.

I’ve been following Tesla (because of its Model S) since 2 or 3 years ago. i think, Tesla is revolutionized automobile industry with its Model X,Model S, and the latest Model 3. So far i know, demand of Tesla car is really high in U.S even buyer should pre-order for Model 3 for more than 12 months. Since last year until now, Tesla hasn’t been delivered a single Model 3 to customer but the demand is still high.

Tesla puts price tag Model 3 starting at 35K USD and it’s really affordable for U.S citizen. While, model S is still starting at 70K price tag seems this price doesn’t make the customers hesitate to buy those cars.

Okay, we still don’t have Model 3 on the road right now, for you guys who want to see how it is the Model S, better you check this one video below.

Video above by famous-youtuber MKBHD or Marques Brownlee. He has Model S P100D and it’s really dope, i mean look at that fancy tyres dan the color is really cool.

Weeks ago, Tesla made a new milestone to be the most precious automobile manufacturer in U.S and beat giant us automobile manufacturers such as Ford and GM, though the profit of those two giants still dwarfs Tesla’s profit but seems Tesla has better  and brighter future.

With its technologies and awarness of world’s citizens to global warming and environmrntal issues, Tesla obviously will leads the automobile Industry to green and renewable energy. Don’t forget that Tesla is working with SolarCity to provide sun-powered roof to charge Tesla-car’s battery in customer’s house or even in public space.

But, Tesla won’t be able to monopolized this car market section. There is a new competitor is approaching. It’s Faraday Future with its FF91.

I just imagine if those old and established automobile manufactures don’t make any great movement towards the future, clearly the fight in car selling is gonna be Tesla or Faraday Future.

Advertisements

Catatan MotoGP Argentina 2017

Catatan menarik selama MotoGP Argentina 2017. Race yang dimenangi Vinales berlangsung dini hari tadi Waktu Indonesia Barat. Rossi menjadi runner-up dan Cal Crutchlow berada di tempat ketiga. Lalu, dimana Marquez ? Marquez jatuh pada lap ketiga di T2, sama dengan Dani yang jatuh di tikungan yang sama. Berikut catatan yang gue amati selama seri Argentina.

  1. Vinales yang semakin menunjukkan sebagai kandidat juara dunia 2017. Di seri ini, Vinales tidak hanya menunjukkan skill balapnya namun juga kedewasaannya ketika membalap, terbukti ketika Marquez jatuh Vinales tetap berusaha menjaga pace dan tidak mem-push motornya melebihi batas.
  2. Marquez yang hebat di sesi FP dan QP namun tetap inkonsisten ketika race. Marquez menduga kekalahanya pada seri Qatar lalu karena salah memilih ban depan dari Hard menjadi Medium, kemudian di seri Argentina ini dia memutuskan untuk menggunakan Hard depan dan Medium belakang untuk mendukung gaya balapnya yang Hard-Breaker. Namun, ketika sudah memimpin 2+ detik Marc melakukan kesalahan dan berakhir sudah balapannya. Marquez mengakui bahwa hal tersebut ialah murni kesalahannya yang mem-push motor melebihi batas.
  3. Podium untuk Sunday-Racer. Memulai balapan dari P7 tidak membuat Rossi kesulitan untuk mecapai P2 diakhir balapan, namun bila ingin menjadi juara dunia tahun ini podium saja tidak cukup. Rossi harus menang.
  4. Kelasmen yang memaksa Marquez harus menang di Austin. Tidak mampu finish di posisi podium di Qatar dan kehilangan poin di Argentina, membuat Marquez mau tidak mau harus menang di Austin atau sampaikan selamat tinggal pada gelar.
  5. Kesialan Lorenzo, Dovi, dan Pedrosa. serta Honda. Yap, 3 rider yang kompak DNF ditambah Marquez membuat kedua tim tersebut (Honda dan Ducati) tidak mendapat poin, peluang Yamaha untuk gelar tim terbaik dan konstruktor menjadi lebih besar meski musim masih panjang.
  6. Musim masih panjang namun gelar antara Vinales,Rossi, dan Marquez.
  7. Selamat untuk poin pertama KTM !
    Meski juga diuntungkan dengan banyaknya pebalap yang DNF, Pol Espargar mampu finish di P14 dan mengamankan poin pertama untuk KTM

Mau Belajar Apa ?

Well, sebagai mahasiswa informatika, gue dituntut untuk menguasai banyak aspek seperti pemrograman, logika yang kuat untuk pemechana masalah (problem solving) dan lain-lain.

Tapi, mungkin gue ini salah satu mahasiswa yang sepertinya “murtad” dari jurusan IF (Informatika). Gue suka nulis dan merhatiin  tentang teknologi serta investasi. Funny, isn’t it ? But that’s the truth.

Mungkin dalam beberapa bulan ini hingga masa magang gue bakal ngisi waktu untuk eksplor lebih ke dunia tekno, investasi, dan dunia security biar tetep nyangkit sama kuliah gue di IF.

Oh iya, gue belakangan ini belajar mengenai security system dimana gue dituntut untuk belajar lebih jauh mengenain Pentration Testing dan itu menyenangkan sekali. Seru sih, tapi karena masih noob, kadang gue masih ninggalin kerusakan tanpa bisa memperbaiki sistem yang udh gue acak-acak tadi.

Well, kemudian soal investasi tadi bisa lihat tulisan gue di students(students.telkomuniversity.ac.id) untuk jelasnya.

Ciao.

What i’m going to write on this blog

Hej! it’s been a while, isn’t it ?

Well, kalo baca beberapa post gue belakangan ini pasti tau kalo post gue random abis. Dan yak, gue mungkin bakal bikin post yang tetep random, kadang review film, buku, atau layanan internet yang gue terima. Dan juga tetep post tentang daily activities etc.

So, what kind of blog is this ?

the answer is random personal blog.

Ciao.

MotoGP 2017, Marquez, Vinales, atau Rossi ?

Well, 13 hari lagi gelaran balap motor terakbar sejagat raya bakal dimulai Di Losail, Qatar. Dan seperti biasanya balapan akan dilangsungkan malam hari. Tahun ini ada tiga pebalap yang merebutkan tahta motogp 2017, sang juara bertahan Marc Marquez, sang legenda Valentino Rossi, dan Rookie 2015 yang tahun ini pindah ke Yamaha, Maverick Vinales. Kenapa Jorge ga masuk ke peta persaingan ? menurut gue karena Jorge pindah ke Ducati dan hasil tes Sepang dan Phillip Island lalu ga terlalu meyakinkan, sama seperti Vale ketika pindah ke Ducati tahun 2011.

Hasil Test Philip Island 2017 : Motogp.com

Menarik bahwa persaingan antara Marquez dan Vinales ini sudah terjadi sejak mereka masih bertarung di kelas pocket bike atau mini bike di Spanyol sana. Perbedaannya adalah sedari belia Marc Marquez sudah dimanageri oleh Emilio Alzamora. Hal ini memastikan bahwa Marquez selalu mendapat motor terbaik sejak kecil dan begitu pula berlanjut ketika dia memasuki kelas 125 cc, Moto2, dan menjadi juara dunia termuda di MotoGP.

Repsol Honda

Berbeda dengan Marquez, Vinales mengalami perjuangan yang lebih berat, gonta-ganti manager dan motor adalah hal yang biasa bagi Vinales hingga akhirnya dia Juara dunia di kelas Moto3 tahun 2013 dan kemudian pindah ke Moto2 tahun berikutnya. Tahun 2015 datanglah tawaran dari Suzuki untuk pindah ke MotoGP dan kahirnya tahun ini Vinales berlabuh ke Yamaha, pabrikan yang memiliki “winning bike” selain Honda.

Maverick Vinales(Tes Sepang 2017)

Sedangkan Rossi ? Well, ga usah dipertanyakan lagi apa yang mampu diperbuat Rossi. Rossi merupakan paket lengkap pebalap modern, memiliki skill tinggi, jago dalam mengembangkan motor, ambisius, dan merupakan media-darling. Tahun ini merupakan tahun ke 21 Rossi tampil di kejuaran dunia sejak 1996 dan Rossi tentu saja masih dalam peta persaingan perebutan gelar juara dunia meski sudah berumus 38 tahun tahun ini.

Jorge Lorenzo sendiri gue rasa bakal akan mengalami adaptasi yang lebih berat, karakter mesin Ducati yang berbeda dari Yamaha dan penyesuaian gaya balapnya dengan motor Desmodici GP17 membutuhkan waktu. Perlu digaris bawahi Ducati sekarang bukan Ducati era Rossi dulu, sudah tidak ada Preziosi dan datangnya Gigi Dall’igna adalah penyebabnya, gue yakin Jorge bakal dapet kemenangan seri ga kaya Vale dulu.

Back to Marquez and Vinales. Well, sejak Vinales tanda tangan kontrak dengan yamaha pertengahan musim lalu sudah terlihat bahwa Marquez memang menantikan pertarungan mereka dan sejak Valencia akhir musim lalu dan kemudian tes di Sepang serta Phillip Island memagn Vinales sudah menunjukkan potensi menjadi title contender terbesar bagi Marquez.

Pertarungan keduanya gue prediksi akan mulai menemui titik yang menentukan setelah tengah musim, setelah seri Sachsenring, Jerman. Dan siapa yang lebih konsisten meraih podium dan tentu saja siapa yang lebih sering finis di depan sang rival akan menjadi juara dunia Motogp 2017.

Living In Bandung, Yes or No ?

Hey guys, this is Sobi. Wehehe *sok inggris

Di pos gue sebelumnya udah tau kan kalo gue kuliah di Bandung, ya ga Bandung banget sih. Dakolfornia tepatnya (Dayeuhkolot, Kab. Bandung), di Telkom University. Yaa, dan gue kalo main dan nyari barang apa-apa emang sering ke Bandung kota. Sebelumnya, asal gue dari Karanganyar, sebuah kabupaten di bawah kaki gunung Lawu dan berada di sebelah timur Kota Solo.

Untuk anak kampung kaya gue, hidup di Bandung adalah sebuah keberuntungan. In fact, this is kinda miracle. Bandung dengan segala gemerlapnya dapat merayu gue untuk hijrah dan hidup disini. Hal yang gue suka dari Bandung adalah segala hal yang mudah gue dapat, dari barang distro yang kualitasnya jauh dari distro Solo dan komunitas-komunitasnya yang berlimpah. Ditambah lagi fasilitas publik yang diberikan pemerintah kota Bandung kepada warganya yang sangat wow. Apalagi kalo ngomongin makanan, mau makanan yang model apapun ada dan Bandung bisa disebut debagai pioneer makanan menarik di Indonesia.

Jalan Asia Afrika (Src: tesyablog)

Jalan Asia Afrika (Src: tesyablog)

Alasan lainnya adalah adanya BDV(Bandung Digital Valley) dan ekosistem Startup yang jauh lebih baik dari Solo. Something like this you can not deny that technologies in Bandung are way better than Solo, though Solo also has many startup but the ecosistem is not good enough.

Tapi ga ada hal yang sepenuhnya baik, begitu juga dengan Bandung. Banyak hal positif dari Bandung tapi ga sedikit pula hal negatifnya. Pertama kali gue dateng ke Bandung (bener-bener sendiriain) yang bikin kaget adalah macetnya. Ya Allah, bisa tua dijalan gue kalo tiap hari ngadepin macet yang bisa lama dan panjang *kaya itu tu #IFYOUKNOWHATIMEAN

Lalu yang kedua adalah budaya yang berbeda, bahasa kerennya adalah culture-shock. Well, orang-orang di Bandung itu tipikal orang kota besar, ngomongnya pun cenderung “kota besar”, mirip-miriplah sama cara ngomongnya awkwkwkarin dan untuk orang jawa dan dididik dengan cara jawa kaya gue sedari kecil, cara ngomong dan cara berteman orang-orang di Bandung ini cukup mengejutkan.

Daaaan, beberapa hal yang bikin gue sayang sama Solo dan Karanganyar adalah makanannya yang murah, keramahan kota dan terutama macetnya yang minimal.

Well, pada akhirnya setelah gue nyelesein pendidikan di Bandung, gue janji ke Ibu kalo gue bakal pulang. Yap, gue milih Solo pada akhirnya, bagi gue Living in Bandung is an incridible present and it’s very valueable, but in the end i choose Solo tho. So my answer is No. However, Bandung will give me beautiful memories and many places to remember.

Gapura Gladag (Src: kesolo.com)

Gapura Gladag (Src: kesolo.com)

Finally, Thanks for reading my rendom post. Ciao !

Lion, Jalan Dev Patel Menuju Oscar

Well, let’s talk about movie. Been awhile since i wrote about Movie, last time about Hacksaw Ridge. An really excellent movie.

LION

LION

Kali ini gue mau review sotoy dikit Lion, film Australia-Amerika ini disutradarai oleh Garth Davis dan dibintangi oleh Dev Patel (Slumdog MIllionaire), Nicole Kidman, Rooney Mara, dan lain-lain.

Setting tempat utama dari film ini ada 2, yakni di Ganesh Talai,Khandwa, India dan Melbourne, Australia. Ceritanya sih, Saroo kecil ini hidup sama kakak dan ibunya di India, kemudian dia pergi ke kota sebelah sama kakaknya. Karena Saroo ini nyampe di stasiun tujuan udah K.O alias ketiduran, akhirnya Kakaknya (Guddu) bilang ke Saroo buat nunggu di peron aja dan nanti Guddu bakal balik.

Karena Saroo masih kecil dan ga sabaran, akhirnya dia naik ke gerbong yang berhenti di stasiun itu, kebawa deh sampe Kalkuta (Kolkata). Disana dia jadi anak di panti asuhan dan kemudia diadopsi oleh keluarga dan tinggal di Hobart, Australia, sampai Saroo dewasa.

Sampe akhirnya saat kuliah, Saroo menelusuri kembali kemana dia hilan saat kecil lewat Google Earth, IYA !! Google Earth. Disini dia kerasa banget pergolakan batinnya, dari males nyari, susahnya nyari ibunya, dan juga takut kalo bakal ngelukai ibunya yang di Australi (Nicole Kidman).

Sampe akhirnya, Saroo Brierley menemukan kembali keluarganya yang ada di Ganesh Talai (Saroo kecil ngucapinnya Ganeshtalay, jadinya polisi yang sempet bantuin dia ga bisa nemuin daerah rumahnya ini). Ya, pokonya biar ga terlalu spoiler, akhirnya Saroo nemuin kembali ibunya, tapi ada sesuatu yang mengejutkan. *Tonton sendiri ye :p

Saroo kecil yang diperankan oleh Sunny Pawar

Saroo kecil yang diperankan oleh Sunny Pawar

Menurut gue, yang bagus dari ini adalah ide cerita dimana cerita ini diangkat dari kisah nyata Saroo Brierley (Sheru Munshi Khan) dan akting Dev Patel yang membuat film ini lebih kuat ceritanya, jangan lupa peran Sunny Pawar yang memerankan Saroo muda juga ga bisa dianggep biasa aja. Nicole Kidman yang meranin ibu Saroo juga terlihat kuat dimana dia berhasil meranin ibu yang takut kehilangan anaknya, kehilangan bukan karena Saroo nyari ibu kandungnya di India tapi juga saat akan melepas Saroo kuliah di Australia daratan dan pergi dari Tasmania.

Minusnya dari film ini menurut gue adalah Saat pergulatan batin Saroo kurang realistis dan nanggung. Overall, gue nganggep Dev Patel bener-bener layak dapet nominasi Oscar 2017 untuk kategori Best Supporting Actor, bersaing dengan nama-nama besar seperti Jeff Bridges (Comencheria),Mahershala Ali (Moonlight) dan juga kandidat lainnya yang bermain luar biasa di film-film lain. Dan juga, Nicole Kidman juga mendapat nominasi Oscar melalui film ini. Jadi, masih nolak buat nonton ?

Nicole Kidman memerankan Sue Brierley

Nicole Kidman memerankan Sue Brierley

Yak, sekian review sotoy gue, untuk beberapa bulan kedepan mungkin gue akan nulis review film sotoy lainnya terutama film yang dapet nominasi Oscar. See ya !!

Link : IMDB , Rotten Tomatoes